Tuesday, 12 April 2011

Wuff


Tuhan, Aning pingin punya anjing :'''''''''')
Aning mau sahabat yang se-setia itu.

Fvck the Stereotype!

Banyak orang nyoba membaca gue. Gaada yang tembus. Kecuali 1 kalimat dari orang yang ga mungkin banget lo liat punya skill ngebaca orang, "Lo itu selalu punya pendapat akan hal apapun, sekecil apapun yang lo temui".

Dan itu bener bot.
Baru papasan sama orang pun, gue akan udah punya pendapat akan dia; akan gimana dia, ada apa dg dia, siapa dia, blablabla. Membaca orang biarpun baru ketemu itu adalah hobi, habit, dan self-defense mechanism.

Tapi jangan simpulkan kalimat diatas menjadi kata "Stereotype-ing" ya.

Karena ketika gue bertemu dengan seseorang dan gue berusaha membaca dia, gue akan mengabaikan semua stereotype yang nempel di dia. Gue berusaha, gimana caranya, gue bisa bilang kalimat, "But there's more to them than meets the eye"..... anjir udah kayak True Beauty -_-.

Karena Stereotype itu... jahat.
Stereotype membuat kalian merasa sudah mengenal orang ini, sehingga kalian gabakal bener-bener 'ngeliat' mereka lagi. Kalian 'mengatur' orang ini untuk hanya bisa menjadi 1 tipe saja. Tanpa pikir panjang, kalian merasa kalo ada tindakan yang kayaknya tipikal, pasti dia yang punya andil.

Dan ya emang to be fair, Stereotype ada karena fakta.
Tapi, cuma 1 fakta. 2 dah maksimal (nawar).
Fakta-fakta yang lain? Stereotype-lah yang mencegah kalian untuk mengulik fakta-fakta lain tersebut. Karena kalian, sudah merasa cukup.

Padahal, ketika kalian mengulik fakta-fakta lain tsb, liat deh. Kalian akan melihat hal-hal yang bertolak belakang dengan Stereotype yang ada. Yang ternyata tidak sedangkal itu.
Sakit loh, jadi korban Stereotype itu. Kayak di judge sampah cuma karena lo naro secret cam ya emang di tempat sampah, iyalah yang lo liat sampah. Coba lo taro itu secret cam di tempat lain, liat dari sudut pandang yang lain, lo akan melihat rumah elit gaul trendi keren artistik mahal dkk.

Gue ga bilang ini terjadi di semua kasus juga sih. Cuma plis, jangan terlalu men-generalize segala gala galanya. Kasi orang yang lo peduliin 1 kesempatan. Untuk lo liat baik-baik dari angle baru. You owe them one.

Karena gaada yang lebih miris dari dituduh punya andil akan sesuatu just because it suits you. Let alone being told to take the responsibility upon it.

Sunday, 10 April 2011

'Tanda Kutip'

Orang hebat itu dinilai dari sikapnya, apakah dia akan tetap bisa menjadi dirinya sendiri biarpun berada ditengah-tengah kerumunan orang banyak. Wajib banget ya, demi diterima di pergaulan yang brengsek-brengsek gaul, harus berubah jadi se-'brengsek-yang-penting-gaul' itu? Be yourself aja kenapa sih emangnya? Gue tau seberapa berasa diatas anginnya ketika lagi seneng-seneng rame-rame, gue tau seberapa 'memacu adrenalin' nya. Dan ketika ketawa super kenceng tanpa pikir panjang itu kelar, percaya deh sama gue, 'temen-temen' lo itu gabakal menangisi dampak ketawa ugal-ugalan itu bersama lo.

Dan orang-orang korban pergaulan ini, yang gue maksut bukanlah mereka yang being fake dan menjadi social climber. Melainkan mereka-mereka yang 'mengeraskan' tawa mereka biar 'kedengeran' diantara 'suara keras' orang-orang lain. Padahal, tawa lo yang biasa aja udah kedengeran kok, dan terdengar sangat 'enak'. Ketika lo kerasin, itu jadi terdengar fake. Jadi kenapa sih, tawa lo harus lo kencengin? Mereka orang baik, mereka ga fake, mereka cuma bodoh.

Sumpah, post ini banyak banget tanda kutipnya.

Tuesday, 5 April 2011

Hadeh

"Apa sih yang bisa terjadi dalam 1 hari?"

Y dontcha try live in my shoes. Dalam sehari, lo bisa mengalami kesialan bertubi-tubi yang gabisa dipaparkan disini karena banyak intel hh. Kalo dipikir-pikir, idup gue adaaaaaa aje ye. Ngedekem di kosan pun bisa tetep ada aksi aksi spektakuler -_-. Kayaknya Dewi Fortuna selek amat sama gue, dosa apa sih gue sama lu woy? Kenal aja kaga. Kita naksir cowok yang sama apa gimana sih? Maap maap aja dah, noh noh gue kasih -______- tapi beri gue keberuntungan yak #monologpalingmalesin2011 #pakehashtagkayakabg #tolongbaimYaAllah

Monday, 4 April 2011

Every Vow You Break, Every Smile You Fake

Super BT. IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIH PARAH~!

It takes a bit of maturity to prevent this from happening. We're to reckless. You somehow manage to make me drive psycho-speed accompanied by deafening music, and still felt nothing. Not a single word, let alone a drop of tear. Just silence. In my ear, in my head, in this stupid cave inside my chest.

Gue butuh waktu buat sendiri, tanpa hidup gue bersinggungan sama lo. Tapi kayaknya Tuhan ga ngasih.
Sangat ga ngasih.
Jadi gue harus gini terus? Mewek mewek manja super menye gini? Fak abis.